Widget by

Kamis, 05 September 2013

ALUR CERITA DRAGON BALL Z 213

ALUR CERITA DRAGON BALL Z 213


Masalah Besar, si Kecil Trunks!!
Teks Version by
www.Beelzeta.com

Sebelumnya :

Setelah Trunks memenangkan divisi junior, maka kini giliran dirinya akan diberi kesempatan untuk melawan Mr.Satan. Untuk itu, pembawa acara pun berteriak, "Mr.Satan, sang juara akan segera muncul!! Berapa lamakah Trunks bisa bertahan melawannya!??"

Trunks telah siap menunggu di arena sementara Satan masih belum juga muncul. Orang-orang berteriak, para penonton berteriak memanggil-manggil nama Satan seraya memberi dukungan, "Satan!! Satan!! Satan!!"

Di tempatnya sekarang berada, di balik gerbang menuju arena, Mr.Satan masalah masih terlihat ketakutan. "Anda tahu, anak kecil itu lumayan kuat.." ucap salah seorang ajudan Satan yang berada di sebelahnya. "Aku tak mengira kalau bahkan Mr.Satan real menunggu untuk ini.."

"Ja-jadi dia serius akan melawanku??" Mr.Satan semakin terlihat panik, namun sebisa mungkin ia menyembunyikan hal itu.

"Jangan bercanda.." ucap ajudannya. "Ahaha, iya, akucuma bercanda, haha.." Mr.Satan berusaha untuk tertawa, dan kemudian mereka tertawa bersama-sama.
Dragon Ball Z Episode 213

"Apa yang harus kulakukan?? Aku akan mati!!" ucap Satan dalam hati. Satan benar-benar tak tahu harus berbuat apa sekarang ini. Ia tak pernah menyangka kalau semuanya akan menjadi seperti sekarang ini.

Di sisi Trunks, pembawa acara sempat menawarinya untuk beristirahat dulu. "Apa kau tak ingin beristirahat sebentar??"

"Aku baik-baik saja.." kondisi Trunks tak terlalu down setelah babak Final sebelumnya, apalagi lawannya Mr.Satan, jadi tak perlu sampai beristirahat segala.

"Baiklah, kalau begitu langsung saja kita panggilkan, Mr.Satan!!!" teriak pembawa acara. "Selamat berjuang, Mr.Satan.." ajudan Satan mendorongnya. Lalu secara terpaksa, dengan langkah takut-takut, Mr.Satan pun memasukki arena.

"Itu dia Mr.Satan!!!"
"Sang juara!!" teriak penonton.

Mendengar sorakan seperti itu Mr.Satan tak mau terlihat takut dan kemudian langsung mengarahkan kedua tangannya ke atas sambil berteriak, "Yeaaahhh!!! Mana anak muda yang sudah menantang juara dunia, Mr.Satan??"

Para penonton terus menyorakkan namanya.

"Hahaha!! Jadi kau orangnya ya!??" Mr.satan menunjuk ke arah Trunks, meski sudah dari jauh-jauh sebelumnya dia tahu kalau memang dialah yang akan menjadi lawannya.

Di sisi Bulma, Chichi, dan yang lainnya, mereka cuma bisa terdiam dan bertanya-tanya apa yang akan Mr.Satan lakukan dalam situasi seperti ini..

Mr.Satan masih saja berpose layaknya juara, meski tak bisa ditutupi tubuhnya terus saja gemetaran. "A-apa yang harus kulakukan?? Jika ini mimpi, aku harus segera bangun!!" pikirnya.

"Orang tua ini juara dunia??" dalam hati Trunks bertanya-tanya. Ia tak habis pikir dengan kenyataan yang ada. "Aku tak percaya. Apa mungkin dia lebih kuat dari ayahku??"

"Trunks-kun!! Berjuanglah sekuat tenaga!!" dukung Goten. "D-diam!! dia tak harus berjuang sekuat tenaga di sini.." ucap Mr.Satan. "Eh??" Goten kaget.

Di sisi Krilin dan yang lainnya, tampaknya mereka tak terlalu tertarik untuk menyaksikan ini. "Bagaimana kalau kita kembali saja?? Sepertinya babak pendahuluan untuk kita akan segera dimulai.." ucap Krilin. "Kau benar, baiklah.." ucap Goku, dan kemudian mereka pergi.

"Tunggu!!" cegat Videl. "Anak di sana itu salah satu dari kalian, kan?? Dia akan melawan Mr.Satan!! Apa kalian tak ingin menontonnya??"

"A-ah, iya, mungkin ini akan menjadi pertarungan yang hebat.." Gohan mencoba untuk menghibur Videl. Tapi, "Baiklah, biar kami saja yang pergi.." Goku dan yang lainnya tetap pergi.

Di arena...

Batss!!! Mr.Satan melepas jubahnya, sabuk juaranya, dan kemudian mengenakan sabuk putihnya. Mr.Satan lalu melakukan berbagai aksi semacam pemanasan, yang meski membuat penonton takjub tapi Trunks sama sekali tak kaget. "Apanya yang luar biasa dari dia?? Apa dia menyembunyikan kekuatannya?? Bagaimanapun dia juara dunia.." ucap Trunks dalam hati.

"Baiklah..." giliran Trunks yang melakukan pemanasan. Melihat hal itu, Mr.Satan kaget bukan main dan semakin ketakutan.

"H-hei.. apa yang kau lakukan?? Pertandingan ini cuma untuk hiburan.." Mr.Satan menghampiri Trunks. "Se-seharusnya kau tak perlu serius, buat ini jadi menyenangkan.."

"Tidak... aku akan melakukannya sekuat yang kubisa." ucap Trunks. Dan harapan Mr.Satan pun lenyap. Tidak, dia masih mencoba untuk menghasut Trunks. "Bo-bodoh, santai saja, ini kan cuma main-main saja!!"

"Tidak mau.." ucap Trunks. "Bo-bocah keras kepala, seperti anak kecil saja.." ucap Satan. "Aku memang anak kecil." ucap Trunks.

"A-anu, apa kalian berdua sudah siap?? Ayo kita mulai.." ucap pembawa acara.

Di sisi penonton, tampak beberapa dari mereka sedang berbincang-bincang. "Anak itu memang kuat, tapi Mr.Satan pasti lebih kuat lagi, kan??"

"Tentu saja, dia kan yang mengalahkan Cell.." ucap yang lain.

"Trunks-kun!! Ayo!!" dukung Bulma dari tempatnya.

Di arena, Mr.Satan mash gemetaran. "Apa yang harus kulakukan??" Mr.Satan terus memikirkan hal itu dan kemudian, "A-aku tahu!!" pikir Mr.Satan dan kemudian tiba-tiba ia memegangi kakinya. "A-aduuhh!!!"

Mr.Satan berpura-pura sakit. "Ooh, Mr.Satan!! Apa yang terjadi!??" tanya pembawa acara. "Mr.Satan, apa anda baik-baik saja???"

"Ketika melawan Cell, lututku terluka, dan sekarang..."
"Eeh?? Jadi kau sempat mengalami cedera??"

"Y-ya, aku memang merahasiakannya, tapi itulah yang sebenarnya terjadi.." ucap Mr.Satan. "Sangat disayangkan, luka lamaku di saat seperti ini.."

"Tenang saja, di sini ada dokter, aku akan memintanya untuk memeriksamu.." ucap pembawa acara. Mr.Satan kaget, dan tiba-tiba saja ia berdiri. "Tidak perlu, sepertinya aku sudah baikkan sekarang. Aku bisa bertarung lagi. Aku juara dunia, jadi ini tak akan jadi masalah." ucapnya.

"Apa anda yakin??"
"Tentu saja."

"Tidak apa-apa, Mr.Satan akan segera bertarung!!" teriak pembawa acara pada para penonton yang sempat kaget mendengar berita tadi. Pertarungan sebentar lagi akan dimulai, namun Satan masih saja terus berpikir untuk mencari akal. "Apa yang harus kulakukan?? Apa yang bisa kulakukan?? Jika aku kalah melawan anak kecil, maka reputasiku akan rusak.."

"Baiklah!!" Mr.Satan mendapat suatu ide. "Karena lawanku anak kecil, aku bisa berpura-pura kalau aku mengalah!!" pikirnya. "Bagus, itulah yang akan kulakukan.."

"Baik, dengan ini pertandingan kunyatakan dimu..."
"Tunggu sebentar!!" cegat Mr.Satan. Untuk kedua kalinya Satan kembali berlari menghampiri Trunks, lalu bernegosiasi dengannya.


."Trunks-kun, dengar.. kalau dipikir-pikir, kau tak harus menunjukkan kekuatanmu agar penonton terkesan, kan??"

"Terkesan??"

"Itu benar.." bisik Satan. "Saat pertandingan dimulai, kau hanya perlu memukulku, sang juara, dengan lembut di wajahku. Ini sempurna. Seperti ini.." Mr.Satan memberi contoh. "nah, kau mengerti kan, tak perlu sekuat tenaga, oke??"

"Aku mengerti. Dengan lembut, kan??"
"Hehe.." Mr.satan tertawa. Lalu, dengan rasa lega ia berkata pada pembawa acara, "Baiklah, kami bisa mulai sekarang.. hahaha!! Anak ini hanya ingin tanda tanganku, jadi aku bilang aku akan memberikannya nanti setelah ini selesai.."

"Ah, jadi begitu ya... baik... ini pasti akan seru, dan dengan ini pertandingan antara juara divisi Junior, Trunks melawan Mr.satan dimulai!!!"

"Baiklah!! Datanglah padaku!!!" Mr.Satan bersiap-siap. Ia lalu menjulurkan wajahnya.

"Ooh!! Mr.satan menjulurkan wajahnya seolah-olah berkata pukul aku!!" ucap pembawa acara. "Ketenangan seperti ini, tak diragukan lagi, itulah Mr.Satan!!!"

"Uwooo!!!" para penonton berteriak. "Haha, anak itu beruntung sekali, Mr.Satan memberinya kesempatan.." ucap penonton.

Di sisi Trunks, ia bersiap-siap, bersiap... dan kemudian melancarkan satu pukulan yang Buakkkssss!!!! Mr.Satan terpental hingga menabrak dinding pembatas. Para penonton terdiam. Mr.Satan rebah di tanah.

"P-P-Papa..." Videl kaget.

"B-bodoh, harusnya kau mengontrol pukulanmu..." ucap Gohan kesal.

Bahkan Trunks sendiri kaget lawannya akan terpental semudah itu. Lalu, secara mengejutkan, Mr.satan mampu untuk bangkit kembali. "Kau memukulku!! Kau sangat kuat, aduuh, aku kesakitan!!!!"

Mr.Satan berpura-pura kesakitan meski sebenarnya ia sakit beneran.

"Keluar arena, pemenangnya adalah Trunks!!" teriak pembawa acara.

"Haha, dia pasti melakukannya dengan sengaja.." ucap penonton.
"Itulah Mr.Satan!!" ucap penonton lainnya.
"Kerja bagus, juara dunia!!"

Mr.Satan melambai-lambaikan tangannya dan kemudian berjalan menuju ruangannya. "Ahaha.." ajudan Satan menyambutnya. "Hebat, acting anda tadi benar-benar meyakinkan.." ucapnya. "Ya.. dan sepertinya aku harus beristirahat di ruang tunggu sekarang.."

Di arena, Trunks masih shock. "A-apa dia itu memang beneran kuat??"

Sesampainya Mr.satan di ruangannya, di tempat yang hanya ada dirinya sendiri, ia langsung berteriak kesakitan. Semua rasa sakit yang ditahannya tadi ditumpahkannya semua saat ini. "Aduuuh!! Sakit!!! Dasar anak bodoh, kubilang kan dengan lembut!! Dasar bodoh!!" umpatnya.

Kembali ke arena, "Selamat Trunks, kau bahkan lebih kuat dari juara dunia.." ucap pembawa acara. "Dan sekarang, sebelum kita memulai Tenkaichi Budokai untuk divisi senior, kita akan beristirahat selama tiga puluh menit!! Divisi senior akan dimulai pada sekitar pkl. 13:40, jadi sampai saat itu kami harap kalian semua bersabar terlebih dahulu.."

Dari luar, Goku dan yang lainnya bisa mendengar suara itu. "Oh, istirahat??"
"Aku lapar, kenapa kita tak makan saja dulu??" saran Krilin. Lalu saat mereka hendak masuk, tiba-tiba saja panitia mencegat. "Ah, maaf, hanya kontestan yang lolos babak penyisihan saja yang boleh masuk ke dalam." ucapnya.

"Haha, jadi hasilnya sudah keluar ya?? Tapi kurasa kami semua pasti lolos..." ucap Krilin. "Eh?? Tunggu sebentar, siapa nama kalian??" panitia melihat catatan kecilnya.

"Son Goku.."
"Krilin.."
"Nomor 18.."
"Vegeta.."
"Majunia.."

"Majunia??" Goku kaget saat mendengar Picollo menggunakan nama Majunia. "Akan buruk jika aku menggunakan nama Picollo.." jelas Picollo, terlebih masa lalunya kelam. "Hmm, benar juga.." ucap Goku.

"Ah!! kalian semua lolos, maafkan aku karena sudah mencegat kalian.." ucap panitia tadi. kemudian, Goku dan yang lainnya pun dipersilakan untuk masuk. "Oh iya, kalian juga boleh pergi kemana saja, asalkan datang pada pkl.13:00 nanti untuk mengambil undian pertandingan."

"Hmm, setengah dua ya?? berarti dua puluh menit lagi.." mereka semua lalu masuk. "Yah, tapi selain kita dan Gohan, sepertinya tak ada yang perlu dikhawatirkan... kita pasti akan mendapat semua hadiah uangnya."

"Haha, aku bingung bagaimana menggunakan uang itu di akhirat nanti.." ucap Goku. "Hei, oh iya Goku, ada di sana itu ada yang menarik??"

"Yah, kurasa begitu.. Krilin, apa kau juga ingin pergi ke sana??"
"Tidak, aku sekarang sedang sangat bahagia, kau tahu.." ucap Krilin. "Iya kan??"
"Bodoh.." wajah nomor 18 memerah.

Di ruangannya, tampak beberapa wartawan telah mengerumuni Trunks. "Selamat atas kemenanganmu, kau sangat kuat, Trunks-kun.." ucap wartawan.

"Jenis latihan apa yang kau lakukan??"
"Sayang sekali ya semua kamera TV rusak.."

Trunks hanya diam.

"Siapa yang paling bahagia atas kemenanganmu??" tanya wartawan lagi.
"Apa kesanmu setelah bertarung melawan sang juara dunia Mr.Satan??"

Trunks masih diam. lalu, "Ah!! Mr.Satan datang!!" sambil menunjuk ke sembarang arah. Wartawan menoleh, lalu Trunks bersama dengan Goten langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur.

Beberapa wartawan akhirnya menyadari hal itu. Lalu sebelum mereka terlalu jauh, para wartawan berteriak, "Trunks-kun!! Kami akan meawancaraimu lagi nanti!!"

Trunks dan Goten lalu bersembunyi di balik semak-semak. "Mereka sangat mengganggu.." ucap Trunks. "Humm... hei Trunks-kun, kau benar-benar akan memberikan mainanmu, kan??" Goten masih ingat dengan janji Trunks.

"Ya, tentu saja, tapi tetap saja da yang tidak memuaskan, kan..."
"Heh??"
"Goten, apa kau tidak ingin bertarung dengan orang dewasa??"
"Hmm?? tentu aku ingin.." sahut Goten.

Trunks lalu memikirkan sesuatu.

Di sisi Goku, kini ia dan rekan-rekannya telah berada di suatu rumah makan. Goku dan yang lainnya memakan masakan yang disediakan dengan sangat lahap. Meski, yang bersemangat untuk makan tampaknya hanya Goku dan Vegeta. Tiga sisanya hanya diam menonton kerakusan mereka berdua.

"Hei, apa kalian yakin tak apa-apa makan sebanyak itu sebelum pertandingan??" ucap Picollo. "Jadi orang mati bisa lapar juga ya??" ucap Krilin.

"Selama di akhirat, tak peduli apakah kau makan ataupun tidak, itu tak masalah, tapi jujur makanan di sini lezat sekali.." ucap Goku.

"Ah.. itu dia mereka.." Gohan datang bersama dengan Videl. "Ooh, Gohan, bagaimana hasilnya??" tanya Goku. "Ah, Trunks-kun menang, sepertinya Mr.Satan sengaja mengalah.." ucap Gohan.

"Hmmm, dengan sengaja...?? bisa ditebak, haha.." ucap Krilin.
"Apa maksudmu????" Videl tak mengerti, dan Gohan langsung membekap mulut Krilin. "T-tidak usah dipikirkan!!" ucap Gohan.

"Stt, Krilin-san, jangan bicara sembarangan.." bisik Gohan. "Aku tahu.. aku tahu.." ucap Krilin, sementara Videl masih saja tampak bingung.

"Oh iya, Gohan, kami juga sudah memesankan makanan untukmu, kau akan makan, kan??"
"Y-ya, selamat makan.." Gohan pun makan bersama-sama dengan ayahnya. Dan makin lama, makin banyak tumpukan piring yang berserakkan. "Lezat sekali.." ucap Gohan.

"Ada apa dengan orang-orang ini??" dalam hati Videl terus bertanya-tanya.
"Luar biasa.. apa semua orang saiya seperti ini??" ucap Krilin.
"Orang saiya???" Videl semakin bertanya-tanya.

"Krilin-san!!" Gohan mengingatkan.
"A-aku tak mengatakan apa-apa!!" ucap krilin.

Puas dengan makanan itu, mereka pun keluar dari tempat makan itu. "Oh iya, kau tak makan apa-apa, apa kau diet??" tanya Gohan ke Videl.

"Pengundian akan segera dimulai, bukan.." ucap Krilin. Mereka kini berjalan menuju tempat pengundian. Semuanya tampak biasa saja, sampai tiba-tiba tampak dua orang aneh berdiri di depan mereka. Yang satunya berukuran fisik lebih tinggi, sementara yang satunya lebih kecil dan kakinya tak menyentuh tanah alias melayang.

Goku dan yang lainnya menghentikan langkah, dan musik latar yang mulanya ceria berubah menjadi menegangkan. "Hei, orang itu mengambang di udara.." ucap Videl ke Gohan.

Lelaki aneh berambut punk putih kulit ungu itu melayang menghampiri Goku dan yang lainnya. Lalu menyapa, "Selamat siang, kau Son Goku, kan??"

"Ba-bagaimana kau bisa tahu namaku??" Goku kaget.
"Aku sudah mendengar beberapa rumor tentangmu.." ucap lelaki misterius itu. "Aku jadi ingin melawanmu di sebuah pertandingan.." lanjutnya. "Aku juga berhasil lolos dalam babak penyisihan, aku harap kita bisa bertarung."

Goku tak mengatakan apapun, maseih kaget..

"Tentu saja, aku tak yakin apa aku bisa menang." ucap orang itu lagi. "Aku hanya ingin tahu seberapa kuat dirimu.." lanjutnya. Goku dan yang lainnya masih terdiam dan waspada. "Oh iya, boleh aku berjabat tangan denganmu??" lelaki misterius itu menglurukan tangannya.

"Ah?? iya, senang berkenalan denganmu.." Goku menjabat tangannya. Lelaki misterius beranting kuning itu tersenyum, dan kemudian mereka saling melepaskan tangan masing-masing. "Jadi begitu ya, rumor mengatakan kalau kau memiliki jiwa yang halus.."

Dari melayang orang itu menginjakkan kakinya di tanah, lalu membungkukkan badan. "Maaf sudah mengganggu.." ucapnya. Kemudian, ia bersama dengan rekannya yang lebih tinggi dan berambut panjang pergi.

"Siapa dia, Son??" Picollo penasaran.
"Aku tidak tahu." sahut Goku. "Tapi sepertinya, kita tak akan menang dengan mudah."

"Kau yakin?? Kelihatannya dia tak seperti orang kuat.." ucap Krilin. "Maksudku, menurutku dia itu hanya tampak seperti orang aneh.. itu saja.."

Bersambung ke Dragon Ball Z Episode 214

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: ALUR CERITA DRAGON BALL Z 213
Ditulis Oleh Sasori Sunagakure
Alangkah baiknya kalian Meninggalkan Komentar dengan Nama URL Atau Akun Google dan Jika kalian ingin MENCOPAS harap berikan link yang menuju ke artikel ALUR CERITA DRAGON BALL Z 213 ini. Sesama blogger mari saling menghargai.Dan kalau tidak keberatan SHARE Artikel ini melalui Google atau Faceebook , Twitter Terima kasih atas perhatiannya

Artikel Terkait

0 komentar:

Poskan Komentar